Lalat serakah dan semut merah

Sekelompok lalat sedang berpesta pora menikmati sisa sisa makanan pesta malam di tempat sampah. Sisa makanan tersebut adalah limpahan berkah bagi lalat tersebut, mereka sangat menikmatinya sambil berifikir untuk membawanya pulang bagi bekal makanan dikemudian hari.
Namun ada seekor lalat yang tidak puas dengan makanan yang tersedia di tempat sampah tersebut, dia berfikir bagaimana mencari makanan yang lebih bersih, sementara teman teman nya sudah sangat mensyukuri makanan yang ada,oleh karena itu si lalat serakah ini mulai mencari celah bagaimana caranya agar dapat masuk kedalam ruang makan, dimana tersedia makan yang bersih dan sudah tentu masih enak dan gurih.
Tiba tiba jendela yang menjadi akses masuk ke ruang makan pun dibuka oleh si pemilik rumah, tanpa pikir panjang silalat serakah ini masuk dan menuju meja makanan yang sudah diliriknya sejak tadi dari luar. Dia pun hinggap diatas makanan yang ada diatas meja lalu menikmatinya dengan lahap.hingga silalat serakah kekenyangan, pikirnya ia sangat beruntung bias menikmati makanan yang bersih diruangan yang sejuk tidak seperti teman temannya diluar sana yang tidak tau bagaimana menaikan derajat komunitas, perlahan lahan ia tertidur karena kekenyangan dan sejuk nya pendingin ruangan yang ada disana,
Tanpa disadarinya, dia terbangun dan dilihatnya teman temannya sudah tidak ada diluar, sementara hari mulai gelap. Dia mencoba terbang, ternyata membentur kaca.rupanya jendela tadi telah ditutup oleh pemilik rumah, lalat ini mencoba lagi dan tetap terbentur kaca tersebut, berkali kali hingga ia terkulai lemas dengan wajah yang lecet,hingga akhirnya mati,tidak lama kemudian datanglah segerombolan semut merah dan mendapati bangkai seekor lalat. Gerombolan semut ini pun langsung menyantap bangkai itu beramai ramai semut muda bertanya “mengapa ada lalat yang jatuh seperti ini?” semut yang lebih dewasa menjawab sambil menduga bahwa mungkin saja si lalat mati karena berkelahi atau menganggap dirinya sombong.
Salah satu sifat manusia yang paling dominan  adalah kurang puas terhadap apa yang sudah dimilikinya dari sifat egois manusiaitu sendiri. Ketidakpuasan tanpa kendali ditambah dengan rasio serta nurani yang tidak sehat lebih mengarah kepada keserakahan.
Seorang filsuf  mengatakan, keserakahan selalu bermuara pada ketidakenakan hidup, kita bias melihat orang orang disekeliling kita yang hidup nya serakah dan bekerja tanpa mau susah payah, biasanya ada sesuatu yang tidak enak dipenghujung hidup oran tersebut keserakahan akan bermura pada keidaknyamanan hidup dimasa yang akan datang,
Serakah akan mengakibatkan “kematian” mental dan rohani seseorang untuk bisa menerima diri apa adanya.  Itulah sebabnya selagi kita masih bisa bernapas, maka masih ada kesempatan untuk menata ulang kehidupan, berbuat baik kepada sesame dan meningkatkan ibadah kepada sang pencipta.
Semoga cerita ini bermanfaat untuk pembaca.

“Dikutip dari buku ½ pecah ½ utuh haft broken haft solid”

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »